Manusia memang mampu menghapus debu yang mengotori
kecemerlangan kaca,..
Tapi mampukah manusia menghapus luka yang menggores hati
dalam raga.,,.
Raga sebagai pembalut hati agar ia mampu kokoh oleh berbagai
terpaan,.
Namun terkadang kekokohan dapat memberikan berbagai
tekanan,..,
Menghargai hati sama dengan menghargai raga..,
Sakit hati otomatis raga menderita.,.,
Mungkin kita mengganggap sepele hal yang di anggap orang
serius,.
Dan begitupun sebaliknya, menganggap serius padahal itu
merupakan hal sepele,.
Terkadang kata tak jarang terucap keluar tanpa berfikir
secara mendasar,,.
Padahal hal tersebut merupakan hal yang dianggapnya paling
besar.,..
Perlu waktu untuk menghapus luka yang bersarang di hati,..,
Kata maaf mungkin belum mampu untuk mengganti,.. kata-kata
kasar yang begitu menyakiti.,.
Walaupun sebenarnya semua di dasari oleh emosi,.
Fikirkan dulu seblum kita berkata.,
Sebab kata bisa berubah menjadi paku yang akan berbekas saat
di cabut,..,
Sang_pemula
Ilhamdani
Rahman

