Ketika terjagan
bencana,, banjir,, badai,, petir,, hujan,, menghantam kemegahan sebuah kota,,
Semua porak poranda
hilang seketika,,
Meninggalkan sisa,,
kehancuran,,
Memecahkan tangis
dalam kesunyian,,
Namun,,,.
Satu dari ribuan
pepohonan,,
Sebuah pohon tampak
berdiri tegak melonjak,,
Tak bergoyang meski
bumi begerak,,
tak tersentak saat
tancapan akarnya menembus lapisan kelopak,,
Tetap kokoh menahan
hantaman yang begejolak,,
Waktu berlalu dan
berganti,,
Awalnya tak berarti,
kini telah tumbuh dedaunan yang menjadikannya tampak indah,,
Begitu menggugah saat
bunga,, di akhiri dengan berubahnya menjadi buah,,
Tak pernah kah kita
sadari pelajaran dari ini,,
Surut langkah oleh
terjangan kadang sering membuat kita goyah,,
Rapuh meratapi keadaan
dan cobaan,,
Sering berfikir semua
berakhir dan menjadi akhir,,
Membuat semangat
hancur bagai raga tersambar petir,,.
ingat.,,
Pohon itu mampu
melewati cobaan yang ia hadapi,,
Padahal ia hanya mampu
berdiri dan tak mampu berdiskusi,,
Bagaimana dengan kita
yang berakal dan begitu kental,,
Apakah hanya diam
berdiri merenungi nasib yang tak berarti,,
Pohon berdiri mampu
beradaptasi,,
Kita harus jalani dan
hadapi tanpa perlu meratapi,,
Walau terkadang sulit
terlewat,,
Percayalah sebuah
jawaban akan hadir dari setiap hati yang kau rawat,,.
Sudahlah jangan di
ratapi lagi,,
Yang telah lama hilang
dan telah pergi,,
Engkau merugi saat kau
terus meratapi..
Padahal kedepan engkau
masih mempunyai mimpi,,
Cukupkalah untuk hari
ini ratapi kesedihan,,
Jangan luapkan dan
terlalu berkepanjangan,,.
Semua sia-sia saat kau
terus merintih tanpa berhenti,,
Dan ingatlah sedih dan
pilu itu pasti berganti,,
Datanag dan pergi itu
adalah hakiki,
Hilang dan memiliki
itulah takdir,,
dan setiap ada awal
pasti ada akhir,,
Relakan semuanya,,
Jangan kau terus
meratapi,,
Semua itu belum
seberapa saat kau kehilangan untuk saat ini,,
Waktu berganti dan diri
terus di uji,,
Memang saat berfikir
begitu cepat berlalunya tawa yang baru terjadi,,
Berganti perih
kesedihan pun terjadi,,
Perlu ingat bahwa kita
mempunyai akal,,
Jalani seperti biasa
dan ingat juga bahwa tak ada yang kekal,,
Jangan pernah lupa
bahwa kita kembali,,
Pada sang penguasa
pemegang kendali,,
Percaya dan rasakan,,
bahwa prtolongan dari takkan pernah pergi,,
Jika
memang engkau mencintai-NYA,,
Kenapa
harus membuka hijap untuk membuat-NYA murka,,
Jika
memang kau mencintai-NYA,,
Mengapa
harus berpakaian ketat seakan engkau tak mengerti aurat,,
Jika
memang engkau mencintainya-NYA,,
Tegakkanlah
apa yang di Tetapkan-NYA,,
Saat
engkau tak jelas,,
Kau
di perjelas,,
Saat
engkau malas,,
Kau
mendapat balas,,
Saat
engkau sendiri,,
merenunglah
tentang apa yang terjadi,,
makna,,
pemahaman serta pemikiran,,
Satukanlah
dengan akal dalam hati,,
Gunakan
ilmu dalam logika,,
Apapun
kehendak-NYA,,
Satu
bagi satu sama dengan seribu,,

Sadar akan keterbatasan,,
Memang cobaan begitu berat untuk terlewatkan,,.
Tentang rasa yang menjadikan terbiasa dalam
kehidupan,,
Jangan jadikan untuk asa kebinasaan,,
Meratapi hal yang telah lama terjadi,,
Hanya memberikan negatif fikiran yang membebani,,
Kabar baik yang kadang tak berpihak,,
Itu merupakan sebuah hak tentang langkah untuk
berpijak,
Saat sadar pertemuan di akhiri perpisahan,,
Datang dan pergi sebuah keputusan.. Gambar oleh : http://lenterakecil.com/
Senyuman berganti tangisan,,
Dan kehidupan berujung kematian,,
Hilang dan datang merupakan sebuah takdir,,
Adaa awal dan pasti ada akhir,,
pahit terasa bila sudah sirna manis,,
Ubah pilu jadi tawa sembunyikan tangis,,
Lalaui hari gelap seperti hari cerah,,
Lupakan gundah dan ingatlah anugarah,,
Saat terisak luka
tangis mengema, Indonesia hanya bisa bicara,,
Saat ledakan
menghantam, meninggal air mata kesedihan, Indonesia hanya bisa bicara,,
Dan saat pelecehan
etnis dengan begis, juga Indonesia hanya mampu bicara,,
Apakah letak tiang
dalam agama di negara kita telah sirna oleh tipu daya muslihat mereka,,
Mungkinkah kita telah
termakan oleh rayuan pasokan kebutuhan yang mengalihkan pandangan pemikiran
kita,,
Dimana letak tonggak
penegak sebagai dasar sebuah kesetiaan,,
Dimana martabat
Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia,,
Mungkin benar kita
hanya kambing hitam mengharap apa yang telah tercipta,,
Tanpa mengerti uluran
yang di butuh oleh saudara kita,
Sungguh begitu rugi
keadaan yang memihak kita dalam jumlah,,
Malah kita hanya mampu
menyerah melihat derita dalam tangisan gelombang darah
semua yang kita miliki
hanya omongan dan kutukan,,
Semua yang kita miliki
hanya bantuan kebutuhan bukan keamanan,,
Semua yang kita miliki
hanyalah doa tanpa usaha menegakkannya,,
Dan kapan semua nyata
tercipta menjadi sebuah kejadian,,
Mungkinkah hingga akhir
saat mereka musnah, di sinilah kita berbondong menuntut amarah,,
Semua takkan kembali
saat sebuah peristiwa telah terjadi,,,
Gambar oleh : http://namakule.files.wordpress.com/
terlihat
fana berjalan di antara bukit baris,..,
alis
melintang merenggang alur mengikuti garis,..
dari
seisi kilauan bintang nan terang menghempas bulan,.
purnama
datang, senjang renggang dan namun masih tetap terang,..,
menghayal
jauh di atas air yang keruh,.
kadang
terlihat tak berguna sebab tak mampu di cerna,.
namun
saat satu saat mengerti,.
bahwa
walaupun keruh ia masih mampu mematikan nyala sang api,.
romansa
datang di belakang layar,..,
memerankan
peran yang di anggak tak begitu bergetar,,.
namun
saat di belakang peran tak keluar,.,
di
depan tak mampu memulai walaupun pernampilan bersinar,.,.
saat
terlihat fatamorgana di depan mata,,.
kadang
indah dan kadang buruk tercipta.,,.
sesaat
penuh kenikmatan dalam pandangan,.
dan
setelah mendekat hilang bagai tertelan rembulan.,,.
perumpaan
rerumputan yang mampu menepis segala suasana,.
mampu
membalut luka dari kompetesi yang meraja,.,
mampu
menciptakan ketahanan untuk segala serangan,.
dan
akan tetap mampu berkembang walau tertimbun dalam timbunan,..,
pandangan
bisa saja menipu,.
di
balik kecantikan tersimpan celaan,..
di
balik kelembutan tersimpan kekerasan.,.
yang
akan keluar saat semua tercipta dan terlaksakan,.
dan
jangan meremehkan seseorang yang tak memilki kelebihan,.,
sebab
tanpa pengatur lampu studio,.
keadaan
akan gelap melebihi kegelapan malam
Gambar oleh : http://2.bp.blogspot.com/
umpama hanya sebuah umpama,.,.
bunga layu karena tak terjaga,..,
membuatnya menderita bagai tak berharga,..
tersakiti saat keindahannya tak pernah di beri arti.,.,
saat kemekaran terpancar mempesona menangkan jiwa,..
perasaan kagum tak terhingga menusuk mata,.,
sayang saat kesibukan membelenggu kepedulian.,
bunga yang mekar kini layu tak terhiraukan,.,.
arti .......
unttuk sebuah perjalan bunga,.
jangan di permainkan hati jika tak mampu setia.,
kesetian adalah sebuah harapan dalam raga.,
menumbuhkan keadaan dimana cinta sebuah permulaannya,,.
bukan mainan jika semua perkataan hanya selingan kehidupan,.
'pengobanan dan kepedulian .,,
memberikan dampak untuk sebuah penyatuan,.
***************!!!^_^_^_^_^_^_^_^_^!!!*****************
*****************
\\\>> http://puisi-karyapemula.blogspot.com/<<///
visid >>>> http://multimedia-stylexx.blogspot.com/
***************!!!^_^_^_^_^_^_^_^_^!!!*****************
Menetes air mata ini
saat rindu datang menghantui.,
hati berguncang saat
terlihat cermin dalam diri,..
Apakah pantas ku
merasakan kerinduan yang orang rasakan,..,
Tak mampu ku menahan
dan mencari sebuah jawaban.,
Untuk membuatku tetap
bertahan pada satu perasaan,.
Yang tulusku korbankan
hingga ku siap melakukan semua pengorbanan,.
Untuk hidupku sekarang
hingga langkah ku kedepan,..
Engakaulah cahaya penerang di dunia ini,,.
Engkaulah cahaya cinta terhebat yang baru ku sadari,.,.
Walaupun
orang berlomba dengan cinta yang belum pasti untuk mereka rangkul,.,.
Tapi
ku hindarkan,, sebab ku sangat mencintaimu wahai Rasul,.
Ku ingin melihat, merangkul, bahkan
memelukmu,.
Pengobanan mu yang tak pernah
terganti apa pun yang terjadi,..,
Walaupun sejarah berlalu dengan segala
kejaadian dan kisah-kisah
Namun Nama mu takkan pernah musnah
walau manusia penuh dengan sifat serakah,.
Ku ingin engkau
cukupkanlah hanya 1.,,.
Hati ini, cinta ini, agarku dapat memelukmu di akhirat,
Walau ku tau mungkin tidak nya itu begitu sulit menyatu,.
Namun
do’aku akan selalu ingin ku panjatkan untuk harapan terbesaarku.,
(Engkau
NABI ku, RASUL ku, MUHAMMAD SAW)
Dari
jauh pandangan tertuju untuk sebuah arah,,.
Kadang sekedar lihat dan kadang
menghelak cepat bagai kilat.,.,
Malu saat padangan di bals senyuman,.
Namun hati merassa bangga dengan pesona
tatap matanya,.
Ingin
mencoba jauhkan untuk praangka ini.,
Namun
sepanjang hari ia makin terus bersemi
Ingin
menghindar agar ia takkan dapat menjalar.,.,
Namun
tak di sangka ia begitu cepat menutup nalar
Oh,.., tuhan,.,..,
Jika
memang prasaan ini untuknya agar dapat ku miliki.,,.
Buatlah ia sadar
bahwa setiap saat ada hati yang mengagumi,..,
Dan jika memang
dia tak pantas untuk ku miliki.,,.
Hilangkanlah prasaan
ini agar dia tak menjadi berarti.,,.
Sampai kapankah rasa ini hanya menjadi
bongkahan harapan,.
Dapatkah ia membentuk suatu kumpulan
perasaan agar dapat ku ungkapkan ,.,.,.
Jika memang ungkapan takkan ku
lakukan,..,
Biarlah semua tetap tersimpan menjadi
sebuah keindahan
Blogger templates
Popular posts
-
Telah lama terjalin kisah indah dengan memadukan rasa dalam cerita Telah lama hidup keindahan dengan rasa tak ingin kehilangan,.. Mela...
-
Banyak orang berkata putus cinta merupakan sesuatu hal biasa yang akan segera mendapatkan penggantinya dan untuk apa di fikirkan,.,. Na...
-
Dalam setiap ungkapan wanita merupakan Makhluk yang lemah,.. yang di ciptakan dari setengah rusuk lelaki,, tapi perlu kita sadari wani...
-
Setiap hari, setiap saat,, selalu dan terus berlanjut.,. Persaingan untuk menjadi yang terdepan akan terus berurut,.., Mulai dari...
-
kau adalah raga dalam jiwa kau buat segalanya terasa bahagia kau ciptakan sebuah suasana yang indah dan merubah menjadi kesatua...
-
Waktu terus berjalan dengan cepat.,, Lambat laun keadaan makin bertambah hebat,. Mulai dari fisik,, hati dan batin.., Dan tekatp...
-
Mengapa dalam keremangan malam ini diriku belum mampu terlelap Mata tak mampu terpejam dan waktu terus bergerak tajam Gulita menutup t...
-
Dari jauh pandangan tertuju untuk sebuah arah,,. Kadang sekedar lihat dan kadang menghelak cepat bagai kilat.,., Malu saat padanga...
-
Saat terisak luka tangis mengema, Indonesia hanya bisa bicara,, Saat ledakan menghantam, meninggal air mata kese...
-
Jika memang engkau mencintai-NYA,, Kenapa harus membuka hijap untuk membuat-NYA murka,, Jika memang kau mencintai-NYA,, ...









