Minggu, Desember 07, 2014


Ketika terjagan bencana,, banjir,, badai,, petir,, hujan,, menghantam kemegahan sebuah kota,,
Semua porak poranda hilang seketika,,
Meninggalkan sisa,, kehancuran,,
Memecahkan tangis dalam kesunyian,,
Namun,,,.
Satu dari ribuan pepohonan,,
Sebuah pohon tampak berdiri tegak melonjak,,
Tak bergoyang meski bumi begerak,,
tak tersentak saat tancapan akarnya menembus lapisan kelopak,,
Tetap kokoh menahan hantaman yang begejolak,,
Waktu berlalu dan berganti,,
Awalnya tak berarti, kini telah tumbuh dedaunan yang menjadikannya tampak indah,,
Begitu menggugah saat bunga,, di akhiri dengan berubahnya menjadi buah,,
Tak pernah kah kita sadari pelajaran dari ini,,
Surut langkah oleh terjangan kadang sering membuat kita goyah,,
Rapuh meratapi keadaan dan cobaan,,
Sering berfikir semua berakhir dan menjadi akhir,,
Membuat semangat hancur bagai raga tersambar petir,,.

ingat.,,
Pohon itu mampu melewati cobaan yang ia hadapi,,
Padahal ia hanya mampu berdiri dan tak mampu berdiskusi,,
Bagaimana dengan kita yang berakal dan begitu kental,,
Apakah hanya diam berdiri merenungi nasib yang tak berarti,,
Pohon berdiri mampu beradaptasi,,
Kita harus jalani dan hadapi tanpa perlu meratapi,,
Walau terkadang sulit terlewat,,

Percayalah sebuah jawaban akan hadir dari setiap hati yang kau rawat,,.




Selasa, September 02, 2014
Sudahlah jangan di ratapi lagi,,
Yang telah lama hilang dan telah pergi,,
Engkau merugi saat kau terus meratapi..
Padahal kedepan engkau masih mempunyai mimpi,,

Cukupkalah untuk hari ini ratapi kesedihan,,
Jangan luapkan dan terlalu berkepanjangan,,.
Semua sia-sia saat kau terus merintih tanpa berhenti,,
Dan ingatlah sedih dan pilu itu pasti berganti,,
                                                                                         
Datanag dan pergi itu adalah hakiki,
Hilang dan memiliki itulah takdir,,
dan setiap ada awal pasti ada akhir,,

Relakan semuanya,,
Jangan kau terus meratapi,,

Semua itu belum seberapa saat kau kehilangan untuk saat ini,,
Waktu berganti dan diri terus di uji,,

Memang saat berfikir begitu cepat berlalunya tawa yang baru terjadi,,
Berganti perih kesedihan pun terjadi,,

Perlu ingat bahwa kita mempunyai akal,,
Jalani seperti biasa dan ingat juga bahwa tak ada yang kekal,,

Jangan pernah lupa bahwa kita kembali,,
Pada sang penguasa pemegang kendali,,

Percaya dan rasakan,, bahwa prtolongan dari takkan pernah pergi,,







Minggu, Agustus 17, 2014





Jika memang engkau mencintai-NYA,,
Kenapa harus membuka hijap untuk membuat-NYA murka,,
Jika memang kau mencintai-NYA,,
Mengapa harus berpakaian ketat seakan engkau tak mengerti aurat,,
Jika memang engkau mencintainya-NYA,,
Tegakkanlah apa yang di Tetapkan-NYA,,

Saat engkau tak jelas,,
Kau di perjelas,,
Saat engkau malas,,
Kau mendapat balas,,

Saat engkau sendiri,,
merenunglah tentang apa yang terjadi,,
makna,, pemahaman serta pemikiran,,
Satukanlah dengan akal dalam hati,,
Gunakan ilmu dalam logika,,

Apapun kehendak-NYA,,
Satu bagi satu sama dengan seribu,,
Minggu, Agustus 17, 2014


Sadar akan keterbatasan,,
Memang cobaan begitu berat untuk terlewatkan,,.
Tentang rasa yang menjadikan terbiasa dalam kehidupan,,
Jangan jadikan untuk asa kebinasaan,,

Meratapi hal yang telah lama terjadi,,
Hanya memberikan negatif fikiran yang membebani,,
Kabar baik yang kadang tak berpihak,,
Itu merupakan sebuah hak tentang langkah untuk berpijak,

Saat sadar pertemuan di akhiri perpisahan,,
Datang dan pergi sebuah keputusan..                                                   Gambar oleh : http://lenterakecil.com/
Senyuman berganti tangisan,,
Dan kehidupan berujung kematian,,

Hilang dan datang merupakan sebuah takdir,,
Adaa awal dan pasti ada akhir,,
pahit terasa bila sudah sirna manis,,
Ubah pilu jadi tawa sembunyikan tangis,,

Lalaui hari gelap seperti hari cerah,,

Lupakan gundah dan ingatlah anugarah,,






















Saat terisak luka tangis mengema, Indonesia hanya bisa bicara,,
Saat ledakan menghantam, meninggal air mata kesedihan, Indonesia hanya bisa bicara,,
Dan saat pelecehan etnis dengan begis, juga Indonesia hanya mampu bicara,,

Apakah letak tiang dalam agama di negara kita telah sirna oleh tipu daya muslihat mereka,,
Mungkinkah kita telah termakan oleh rayuan pasokan kebutuhan yang mengalihkan pandangan pemikiran kita,,
Dimana letak tonggak penegak sebagai dasar sebuah kesetiaan,,
Dimana martabat Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia,,

Mungkin benar kita hanya kambing hitam mengharap apa yang telah tercipta,,
Tanpa mengerti uluran yang di butuh oleh saudara kita,
Sungguh begitu rugi keadaan yang memihak kita dalam jumlah,,
Malah kita hanya mampu menyerah melihat derita dalam tangisan gelombang darah

semua yang kita miliki hanya omongan dan kutukan,,
Semua yang kita miliki hanya bantuan kebutuhan bukan keamanan,,
Semua yang kita miliki hanyalah doa tanpa usaha menegakkannya,,

Dan kapan semua nyata tercipta menjadi sebuah kejadian,,
Mungkinkah hingga akhir saat mereka musnah, di sinilah kita berbondong menuntut amarah,,

Semua takkan kembali saat sebuah peristiwa telah terjadi,,,



Minggu, Agustus 17, 2014
terlihat fana berjalan di antara bukit baris,..,
alis melintang merenggang alur mengikuti garis,..
dari seisi kilauan bintang nan terang menghempas bulan,.
purnama datang, senjang renggang dan namun masih tetap terang,..,

menghayal jauh di atas air yang keruh,.
kadang terlihat tak berguna sebab tak mampu di cerna,.
namun saat satu saat mengerti,.
bahwa walaupun keruh ia masih mampu mematikan nyala sang api,.

romansa datang di belakang layar,..,
memerankan peran yang di anggak tak begitu bergetar,,.
namun saat di belakang peran tak keluar,.,

di depan tak mampu memulai walaupun pernampilan bersinar,.,.



Minggu, Agustus 17, 2014
saat terlihat fatamorgana di depan mata,,.
kadang indah dan kadang buruk tercipta.,,.
sesaat penuh kenikmatan dalam pandangan,.
dan setelah mendekat hilang bagai tertelan rembulan.,,.

perumpaan rerumputan yang mampu menepis segala suasana,.
mampu membalut luka dari kompetesi yang meraja,.,
mampu menciptakan ketahanan untuk segala serangan,.
dan akan tetap mampu berkembang walau tertimbun dalam timbunan,..,

pandangan bisa saja menipu,.
di balik kecantikan tersimpan celaan,..
di balik kelembutan tersimpan kekerasan.,.
yang akan keluar saat semua tercipta dan terlaksakan,.

dan jangan meremehkan seseorang yang tak memilki kelebihan,.,
sebab tanpa pengatur lampu studio,.
keadaan akan gelap melebihi kegelapan malam





umpama hanya sebuah umpama,.,.
bunga layu karena tak terjaga,..,
membuatnya menderita bagai tak berharga,..
tersakiti saat keindahannya tak pernah di beri arti.,.,

saat kemekaran terpancar mempesona menangkan jiwa,..
perasaan kagum tak terhingga menusuk mata,.,
sayang saat kesibukan membelenggu kepedulian.,
bunga yang mekar kini layu tak terhiraukan,.,.


arti .......
unttuk sebuah perjalan bunga,.
jangan di permainkan hati jika tak mampu setia.,
kesetian adalah sebuah harapan dalam raga.,
menumbuhkan keadaan dimana cinta sebuah permulaannya,,.

bukan mainan jika semua perkataan hanya selingan kehidupan,.
'pengobanan dan kepedulian .,,
memberikan dampak untuk sebuah penyatuan,.

***************!!!^_^_^_^_^_^_^_^_^!!!*****************
*****************        

                           

***************!!!^_^_^_^_^_^_^_^_^!!!*****************
Kamis, Mei 29, 2014

 
Menetes air mata ini saat rindu datang menghantui.,
hati berguncang saat terlihat cermin dalam diri,..
Apakah pantas ku merasakan kerinduan yang orang rasakan,..,
Sedangkan diriku , hidupku, penuh dengan berbagai kesalahan,,

Tak mampu ku menahan dan mencari sebuah jawaban.,
Untuk membuatku tetap bertahan pada satu perasaan,.
Yang tulusku korbankan hingga ku siap melakukan semua pengorbanan,.
Untuk hidupku sekarang hingga langkah ku kedepan,..

            Engakaulah cahaya penerang di dunia ini,,.
            Engkaulah cahaya cinta terhebat yang baru ku sadari,.,.
Walaupun orang berlomba dengan cinta yang belum pasti untuk               mereka rangkul,.,.
Tapi ku hindarkan,, sebab ku sangat mencintaimu wahai Rasul,.

            Ku ingin melihat, merangkul, bahkan memelukmu,.
            Pengobanan mu yang tak pernah terganti apa pun yang terjadi,..,
            Walaupun sejarah berlalu dengan segala kejaadian dan kisah-kisah
            Namun Nama mu takkan pernah musnah walau manusia penuh dengan  sifat  serakah,.

                                    Ku ingin engkau cukupkanlah hanya 1.,,.
                                    Hati ini, cinta ini, agarku dapat memelukmu di akhirat,
                                    Walau ku tau mungkin tidak nya itu  begitu sulit menyatu,.
Namun do’aku akan selalu ingin ku panjatkan untuk harapan terbesaarku.,

(Engkau NABI ku, RASUL  ku, MUHAMMAD SAW)







 Dari jauh pandangan tertuju untuk sebuah arah,,.
Kadang sekedar lihat dan kadang menghelak  cepat bagai kilat.,.,
Malu saat padangan di bals senyuman,.
Namun hati merassa bangga dengan pesona tatap matanya,.
                                       
                Ingin mencoba jauhkan untuk praangka ini.,
Namun sepanjang hari ia makin terus bersemi
Ingin menghindar agar ia takkan dapat menjalar.,.,
Namun tak di sangka ia begitu cepat menutup nalar
                        
        Oh,.., tuhan,.,..,                        
        Jika memang prasaan ini untuknya agar dapat ku miliki.,,.
Buatlah ia sadar bahwa setiap saat ada hati yang mengagumi,..,
Dan jika memang dia tak pantas untuk ku miliki.,,.
Hilangkanlah prasaan ini agar dia tak menjadi berarti.,,.

Sampai kapankah rasa ini hanya menjadi bongkahan harapan,.
Dapatkah ia membentuk suatu kumpulan perasaan agar dapat ku ungkapkan ,.,.,.
Jika memang ungkapan takkan ku lakukan,..,
Biarlah semua tetap tersimpan menjadi sebuah keindahan