Saat terisak luka
tangis mengema, Indonesia hanya bisa bicara,,
Saat ledakan
menghantam, meninggal air mata kesedihan, Indonesia hanya bisa bicara,,
Dan saat pelecehan
etnis dengan begis, juga Indonesia hanya mampu bicara,,
Apakah letak tiang
dalam agama di negara kita telah sirna oleh tipu daya muslihat mereka,,
Mungkinkah kita telah
termakan oleh rayuan pasokan kebutuhan yang mengalihkan pandangan pemikiran
kita,,
Dimana letak tonggak
penegak sebagai dasar sebuah kesetiaan,,
Dimana martabat
Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia,,
Mungkin benar kita
hanya kambing hitam mengharap apa yang telah tercipta,,
Tanpa mengerti uluran
yang di butuh oleh saudara kita,
Sungguh begitu rugi
keadaan yang memihak kita dalam jumlah,,
Malah kita hanya mampu
menyerah melihat derita dalam tangisan gelombang darah
semua yang kita miliki
hanya omongan dan kutukan,,
Semua yang kita miliki
hanya bantuan kebutuhan bukan keamanan,,
Semua yang kita miliki
hanyalah doa tanpa usaha menegakkannya,,
Dan kapan semua nyata
tercipta menjadi sebuah kejadian,,
Mungkinkah hingga akhir
saat mereka musnah, di sinilah kita berbondong menuntut amarah,,
Semua takkan kembali
saat sebuah peristiwa telah terjadi,,,
Gambar oleh : http://namakule.files.wordpress.com/



