Saat terisak luka tangis mengema, Indonesia hanya bisa bicara,,
Saat ledakan menghantam, meninggal air mata kesedihan, Indonesia hanya bisa bicara,,
Dan saat pelecehan etnis dengan begis, juga Indonesia hanya mampu bicara,,

Apakah letak tiang dalam agama di negara kita telah sirna oleh tipu daya muslihat mereka,,
Mungkinkah kita telah termakan oleh rayuan pasokan kebutuhan yang mengalihkan pandangan pemikiran kita,,
Dimana letak tonggak penegak sebagai dasar sebuah kesetiaan,,
Dimana martabat Indonesia sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia,,

Mungkin benar kita hanya kambing hitam mengharap apa yang telah tercipta,,
Tanpa mengerti uluran yang di butuh oleh saudara kita,
Sungguh begitu rugi keadaan yang memihak kita dalam jumlah,,
Malah kita hanya mampu menyerah melihat derita dalam tangisan gelombang darah

semua yang kita miliki hanya omongan dan kutukan,,
Semua yang kita miliki hanya bantuan kebutuhan bukan keamanan,,
Semua yang kita miliki hanyalah doa tanpa usaha menegakkannya,,

Dan kapan semua nyata tercipta menjadi sebuah kejadian,,
Mungkinkah hingga akhir saat mereka musnah, di sinilah kita berbondong menuntut amarah,,

Semua takkan kembali saat sebuah peristiwa telah terjadi,,,



Leave a Reply